BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Sabtu, 26 November 2011

Penyimpangan Estimasi Biaya

Adanya rentang waktu pada penyelesaian suatu proyek konstruksi menyebabkan kemungkinan terjadinya perubahan besarnya biaya yang dapat diakibatkan oleh beberapa hal yang antara lain:


1. Perubahan harga material, peralatan dan upah karena adanya kenaikan harga.

2. Adanya perubahan kondisi lapangan yang berbeda saat direncanakan dengan pada saat dilaksanakan.

3. Pelaksanaan pekerjaan proyek yang berlangsung cukup lama.

4. Penerapan metode pelaksanaan yang berubah dari yang direncanakan.

5. Terjadi sesuatu yang tidak dapat diperkirakan sebelumya (kecelakaan atau musibah).

6. Informasi dan data yang kurang akurat sehingga perkiraan estimasi yang dibuat jauh menyimpang.

Jumat, 25 November 2011

Manfaat Estimasi Biaya

Dalam suatu proyek konstruksi, estimasi biaya adalah salah satu bagian yang akan digunakan sebagai dasar dalam menentukan apakah suatu proyek konstruksi layak untuk direalesasikan atau tidak. Estimasi biaya memiliki peranan yang sangat penting bagi pihak-pihak yang terkait seeperti Pemilik Proyek, Konsultan perencana, maupun Kontraktor.

Manfaat estimasi biaya bagi pihak pihak terkait dalam proyek sebagai berikut :

1. Bagi Pemilik proyek
  • Sebagai dasar untuk meyediakan biaya untuk mewujutkan keinginanya untuk membangun.
  • Sebagai dasar untuk menyediakan biaya proyek atau investasi.
  • Sebagai dasar untuk menetapkan besarnya biaya bagi jasa perencanaan.
  • Sebagai dasar dalam menentukan mengevaluasi biaya penawaran calon kontraktor yang mengajukan penawaran
2. Bagi Pihak Konsultan
  • Sebagai dasar dalam membuat perencanaan proyek sesuai dengan keinginan pemilik.
  • Sebagai dasar menetapkan perkiraan biaya proyek dalam merealesasikan.
  • Sebagai dasar dalam mengevaluasi biaya penawaran oleh calon kontraktor.
3. Bagi Pihak Kontraktor
  • Sebagai dasar dalam menetapkan besarnya biaya penawaran dalam pelelangan.
  • Sebagai acuan dalam menetapkan besarnya biaya pelaksanan pekerjaan.
  • Sebagai dasar dalam negosiasi dengan sub kontraktor yang akan ikut serta dalam pelaksanaan pekerjaan.
  • Sebagai dasar dalam menetapkan keuntungan.

Kamis, 24 November 2011

Estimasi Biaya Detail

Estimasi detail ini dilakukan untuk mendapatkan perkiraan biaya proyek yang lebih akurat. Estimasi ini dilakukan setelah estimasi pendahuluan disetujui dan setelah hampir seluruh perencanaan detail selesai dibuat. Informasi mengenai proyek sudah mencakup gambar-gambar arsitektur, struktur, mekanikal dan elektrikal yang sudah detail, serta spesifikasi teknis detail.
Untuk membuat estimasi biaya ini dari informasi yang telah lengkap di atas kita harus menghitung secara rinci seluruh elemen yang tercakup dalam proyek, kemudian berbagai elemen proyek tersebut ditabulasikan dan dihitung jumlahnya. Proses ini disebut perhitungan kuantitas. Berikutnya, jumlah tiap elemen dikalikan dengan suatu unit harga sehingga hasil penjumlahannya merupakan estimasi biaya langsung proyek. Dengan. menambahkan biaya­-biaya tak langsung, seperti overhead, keuntungan, eskalasi harga serta biaya tak terduga, maka didapatkan estimasi biaya proyek total. Perhitungan kuantitas yang teliti akan sangat mempengaruhi keakuratan hasil estimasi detail di atas. Estimasi detail dibagi menjadi dua jenis yaitu:

1. Estimasi Perencana (Engineer's Estimate)
Estimasi biaya ini sebaiknya dibuat berdasarkan dokumen lelang yang juga dimiliki oleh penawar (calon kontraktor) dan dibuat sebelum lelang. Estimasi Perencana digunakan oleh pihak pemilik untuk mengevaluasi penawaran-penawaran talon kontraktor dalam menentukan pemenang lelang.

2. Estimasi Penawaran Kontraktor
Penawaran Kontraktor dibuat dengan suatu strategi perusahaan, penawarannya harus cukup rendah agar dapat memenangkan lelang tetapi juga cukup tinggi agar mendapatkan cukup keuntungan. Dengan kondisi demikian, maka hasil estimasi yang dibuat oleh masing-masing penawar akan sangat berbeda antara penawar tertinggi dan terendah. Tetapi dengan adanya estimasi perencana, maka pihak pemilik mempunyai acuan mengenai harga proyeknya.

Rabu, 23 November 2011

Estimasi Biaya Konseptual

Estimasi Biaya Konseptual adalah estimasi biaya berdasarkan konsep bangunan yang akan dibangun. Estimasi ini dibuat pada tahapan awal suatu proyek. Pihak pemilik pada mulanya membuat estimasi pendahuluan ini untuk mengetahui apakah suatu proyek yang direncanakannya secara ekonomis layak untuk dilaksanakan. Dengan berlangsungnya tahapan-tahapan proyek selanjutnya, yaitu tahap perencanaan awal dan detail akan dibuat estimasi biaya lagi yang tentunya akan lebih baik hasilnya. Estimasi-estimasi biaya ini dibuat secara terus ­menerus untuk mengontrol agar biaya proyek tidak lebih besar dari anggaran proyek menurut hasil estimasi biaya pendahuluan. Untuk membuat estimasi pendahuluan ini dibutuhkan data-data sbb:

  1. Produk yang dihasilkan oleh proyek, berikut kapasitas produksi dan lokasinya
  2. Gambaran mengenai fasilitas-fasilitas yang terdapat pada proyek
  3. Denah atau tata Ietak proyek
  4. Waktu dibuatnya estimasi biaya proyek
  5. Daftar peralatan utama yang akan dibeli
  6. Persetujuan pemilik proyek

Estimasi biaya ini dihitung berdasarkan pengalaman pemilik maupun pihak konsultan. Informasi dapat dicari dari proyek-proyek sejenis yang pernah dibuat sebelumnya. Kita harus mempertimbangkan faktor waktu, kapasitas dan lokasi proyek. Estimasi pendahuluan ini biasanya mempunyai ketepatan sebesar 20 - 30 dari biaya proyek yang benarnya. Walaupun estimasi ini sangat kasar, tetapi sangat berguna bagi pihak pemilik untuk mengambil keputusan apakah proyek yang direncanakannya tersebut akan dilaksanakan atau tidak ataupun memperkecil lingkup proyek agar anggaran proyek tidak terlampaui. Di samping itu, proses estimasi biaya ini mudah dan cepat, sehingga keputusan yang balk dapat diambil sesegera mungkin pada tahapan yang sangat awal dari suatu proyek.

Selasa, 22 November 2011

Estimasi Biaya (2)

Estimasi biaya memiliki sifat yang sangat luas tergantung sudut pandang yang digunakan. Secara harafiah estimasi biaya terdiri dari kata: Estimasi adalah perkiraan, sedangkan Biaya adalah pengorbanan sumber ekonomis yang diukur dalam satuan uang, yang terjadi atau kemungkinan terjadi untuk mencapai tujuan tertentu.

Dalam industri kostruksi estimasi biaya adalah istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan perkiraan biaya yang akan digunakan untuk merealesasikan suatu proyek konstruksi. Proyek konstruksi dilakukan melalui beberapa tahapan yang membutuhkan rentang waktu tertentu sehingga estimasi biaya sangat dibutuhkan. Sehingga dapat didefinisikan, Estimasi biaya adalah penghitungan kebutuhan biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu kegiatan atau pekerjaan sesuai dengan persyaratan atau kontrak.

Estimasi biaya proyek dapat dilakukan pada berbagai tahapan proyek. Estimasi ini nilainya akan semakin mendekati nilai biaya proyek bila estimasi dilakukan pada saat informasi mengenai proyek tersebut sudah sangat lengkap. Biaya proyek itu sendiri baru dapat diketahui setelah proyek selesai dikerjakan oleh kontraktor. Biaya investasi untuk suatu bangunan (konstruksi) dibedakan atas biaya konstruksi (construction), biaya non-konstruksi (non-construction), dan biaya daur hidup (life-cycle).

Secara umum, estimasi biaya proyek dibagi menjadi dua macam, yaitu estimasi biaya konseptual, yaitu estimasi biaya berdasarkan konsep bangunan yang akan dibangun, dan estimasi biaya detail, adalah estimasi yang didasarkan pada dokumen rencana pembangunan yang lengkap.

Estimasi Biaya (1)

Estimasi merupakan proses dasar dari industri yang digunakan untuk memperkirakan berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat sebuah proyek. ketidakakurasian dari estimasi proyek akan menimbulkan efek yang mengganggu semua pihak yang terlibat, karena proyek industri membutuhkan waktu yang relatif lama pelaksanaannya, komitmen finansial harus didapatkan sebelum proses ingustri berlangsung, biasanya sudah didapat harganya sebelum proyek dilaksanakan pembangunannya estimasi biaya proyek ini sangat berguna bagi pihak perencana, pelaksana, maupun si pemberi tugas, serta investor untuk menentukan apakah proyek dijalankan atau tidak. estimasi biaya proyek juga akan membantu dalam analisis biaya manaat suatu proyek.

Senin, 21 November 2011

Latar Belakang Mempelajari Display (APK2)

Setiap manusia pasti tidak terlepas dari interaksi dengan manusia lain maupun lingkungannya. Komunikasi adalah salah satu cara berinteraksi. Komunikasi antar sesama manusia adalah hal yang biasa dan mudah untuk dilakukan misalnya berbicara, tegur sapa, bercanda, dan lain-lain. Hal ini berbeda jika manusia berinteraksi dengan lingkungannya. Lingkungan manusia meliputi rumah, sekolah, kampus, kantor, jalan raya, dan lain-lain. Manusia tidak dapat secara langsung berinteraksi dengan lingkungannya, karena lingkungan tidak bisa dengan sendirinya mengatakan apa yang dia rasakan kepada manusia secara langsung. Oleh karena itu dibutuhkanlah alat bantu yang dapat digunakan manusia untuk berinteraksi dengan lingkungannya yaitu display.

Display adalah alat peraga yang digunakan untuk media penyampaian informasi dari lingkungan kepada manusia. Display yang baik adalah display yang dapat dimengerti dan dipahami oleh manusia sebagai penerima informasi melalui panca indera. Diperlukanlah metode yang mempelajari perancangan dan pembuatan display agar manusia merasa ENASE dalam menerima informasi tersebut.

Penerapan display dalam praktikum ini adalah perancangan dan pembuatan kalender dinding. Kalender termasuk bagian dari display, karena kalender berfungsi menyampaikan informasi tentang hari, tanggal, bulan dan tahun serta hari-hari tertentu seperti hari besar keagamaan dan hari besar nasional. Diharapkan dengan perancangan gambar pada display kalender dinding ini dapat disalurkan pesan yang sesuai dengan prinsip-prinsip dari ilmu ergonomi.

Minggu, 20 November 2011

Latar Belakang Mempelajari Sistem Rangka dan Otot (APK2)

Setiap manusia pasti melakukan aktivitas kerja tiap harinya, yang melibatkan seluruh anggota gerak tubuh seperti tangan, kaki, dan bagian tubuh lainnya. Pekerjaan yang dilakukan manusia berbeda-beda, ada yang menggunakan kerja fisik dan kerja mental, biasanya manusia menggunakan fisiknya untuk melakukan pekerjaan tersebut. Setiap melakukan aktivitas kerjanya, manusia membutuhkan energi atau tenaga, karena hal itu sangat berpengaruh terhadap efektifitas manusia dalam bekerja. Tenaga yang tidak bisa dimanfaatkan dengan baik dan sikap kerja yang dilakukan seorang pekerja akan mempengaruhi kecepatan lelah dan kondisi fisik menurun dalam bekerja, yang berpengaruh pada kemampuan kerja manusia dan kualitas kerjanya. Hal ini disebabkan oleh jenis pekerjaan dan berat ringannya pekerjaan yang dilakukan.

Dampak kelelahan dan kondisi fisik menurun adalah manusia akan mengalami rasa sakit pada setiap jaringan organ tubuh seperti pada otot dan tulang, maka diperlukanlah ilmu ergonomi yang mempelajari sistem rangka dan otot tubuh manusia. Tujuan mempelajari ilmu ini adalah agar meminimasikan kelelahan kerja pada manusia serta tercapainya kondisi kerja terbaik, dan memperbaiki sikap kerja pekerja sehingga manusia dalam melakukan pekerjaannya ENASE (Efektif, Nyaman, Aman, Sehat, Efisien).

Pengamatan yang dilakukan pada modul ini adalah mengamati 4 orang pemulung yang bekerja di TPA Bantar gebang, Bekasi. Pekerjaan ini membutuhkan energi karena harus mengangkat beban yang berat dengan menggunakan bahu kanan dan bahu kiri. Pengamatan dilakukan kepada pemulung karena pekerjaan pemulung berpotensi mengalami rasa sakit pada otot dan tulang.

Sabtu, 19 November 2011

Latar Belakang Mempelajari Fisiologis (APK2)

Setiap manusia pasti melakukan aktivitas kerja tiap harinya, yang melibatkan seluruh anggota tubuh seperti tangan, kaki, otak, dan bagian tubuh lainnya. Tujuan manusia melakukan aktivitas kerja adalah untuk menjamin kelangsungan hidupnya. Setiap melakukan aktivitasnya, manusia membutuhkan energi atau tenaga karena hal itu sangat berpengaruh terhadap efektifitas manusia dalam bekerja. Keberhasilan kerja dipengaruhi oleh salah satu faktor diantaranya faktor kerja fisik. Kerja fisik mengakibatkan pengeluaran energi yang mengakibatkan manusia merasa kelelahan, sehingga berpengaruh pada kemampuan kerja manusia dan kualitas kerjanya. Hal ini disebabkan oleh jenis pekerjaan dan berat ringannya pekerjaan yang dilakukan, serta perubahan-perubahan yang terjadi pada lingkungan kerja dan kondisi tubuh manusia itu sendiri.

Faktor pemulihan energi harus diperhatikan karena selama proses bekerja manusia mengalami kondisi lelah, dan untuk mengoptimalkan kemampuan kerja perlu diperhatikan pengeluaran energi dan pemulihan energi selama proses kerja berlangsung. Berdasarkan penjelasan di atas, maka diperlukan ilmu yang dapat menghitung konsumsi energi yang dibutuhkan manusia dalam melakukan pekerjaannya. Konsumsi energi yang dibutuhkan dapat diukur dengan menggunakan pengukuran kinerja fisiologi. Tujuan mempelajari modul ini untuk mengurangi kelelahan yang ada pada operator, dan menyeimbangkan konsumsi energi dan konsumsi oksigen yang ada pada tubuh si operator.

Pada praktikum modul fisiologi ini yaitu melakukan percobaan pada aktivitas kerja statis mengangkat barbel dengan beban 2 kg, 6 kg, dan 8 kg. hal ini dilakukan untuk mengetaui seberapa besar kekuatan tangan dan kaki pada saat diberi beban.

Jumat, 18 November 2011

Latar Belakang Mempelajari Antropometri (APK2)

Lingkungan kerja adalah tempat dimana proses berkerja berlangsung. Hal ini meliputi keadaan dan kondisinya, pengaturan tata letak ruang kerja, berbagai macam perlengkapan dan fasilitas yang tersedia di ruang kerja. Fasilitas yang ada di ruang kerja tentunya harus memenuhi rasa nyaman pada saat digunakan. Rasa nyaman yang didapat dari sebuah produk terkadang hanya dinilai pada sebagian orang, sehingga dibutuhkan rancangan sebuah produk yang disesuaikan dengan dimensi tubuh manusia pada umumnya. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk merancang fasilitas yang lebih ergonomis dilakukan dengan pendekatan antropometri.

Sebagian besar aktivitas kerja seorang karyawan dalam melakukan pekerjaannya dilaksanakan dengan duduk. Sehingga kenyamanan dan efektifitas gerak karyawan tidak bisa dikesampingkan begitu saja, karena rancangan kursi yang baik dan menunjang kenyamanan dan efefktivitas gerak karyawan, yang pada akhirnya merupakan salah satu mendukung keberhasilan efektivitas dalam proses bekerja. Adanya pendekatan antropometri ini dapat diperoleh rancangan kursi kantor yang lebih ergonomis dan yang disesuaikan dengan ukuran tubuh karyawan, sehingga di peroleh dimensi kursi yang sesuai dengan kemampuan dan keterbatasan karyawan pada posisi duduk.

Pada praktikum kali ini adalah merancang sebuah kursi kantor. Perancangan sebuah kursi kantor dilakukan dikarenakan kursi kantor yang ada belum memenuhi aspek-aspek ergonomi. Proses perancangan kursi kantor itu sendiri harus memperhatikan dimensi-dimensi yang terdapat dalam tubuh karyawan, seperti tinggi duduk tegak, tinggi duduk normal, tinggi bahu duduk, tinggi sandaran duduk, lebar sandaran duduk, dan dimensi lain yang diperlukan dalam perancangan kursi kantor.

Senin, 14 November 2011

Webcam

Lucky I'm in love with my best friend !


Thanks to Yahoo Messager :)